Senin, 22 Februari 2016

ANALISIS KALIMAT DAN KLAUSA BESERTA FUTOR-FUTORNYA PADA BERITA KORAN YANG BERJURUL “KPK HAT-TRICK TANGKAP GUBERNUR RIAU”, JAWA POS 26 SEPTEMBER 2014



ANALISIS KALIMAT DAN KLAUSA BESERTA FUTOR-FUTORNYA PADA BERITA KORAN YANG BERJURUL “KPK HAT-TRICK TANGKAP GUBERNUR RIAU”, JAWA POS 26 SEPTEMBER 2014


Disusun guna melengkapi tugas matakuliah Sintaksis Bahasa Indonesia 1
oleh Dr. Asrumi, M. Hum




Oleh:
Utami Retno Wulandari
130110201056




JURUSAN SASTRA INDONESIA
FAKULTAS SASTRA
UNIVERSITAS JEMBER
2015
Abstrak
Sinaksis merupakan salah satu cabang ilmu kebahasaan yang didalamnya memuat tentang kata, frasa, klausa, kalimat, hingga wacana. Frasa merupakan salah satu ilmu sintaksis yang berisi gabungan dua kata atau lebih yang tidak terdapat predikat didalamnya. Klausa adalah satuan gramatik yang memiliki setidak-tidaknya subjek dan predikat didalamnya. Penerapan teori dengan analisis data menyimulkan bahwa dalam data tersebut terdapat analisis frasa dan kalusanya. Dalam analisis tersebut, klausa yang paling banyak muncul yakni klausa terbuka, dan frasa yang paling banyak muncul yakni frasa intransitive.
(sintaksis, bahasa, Indonesia, frasa, klausa)


1.                  PENDAHULUAN
Sinaksis merupakann salah satu cabang ilmu kebahasaan yang didalamnya memuat tentang kata, frasa, klausa, kalimat, hingga wacana. Kata merupakan bagian terkecil dari sintaksis. Frasa merupakan salah satu ilmu sintaksis yang berisi gabungan dua kata atau lebih yang tidak terdapat predikat didalamnya. Klausa adalah satuan gramatik yang memiliki setidak-tidaknya subjek dan predikat didalamnya. Kalimat merupakan satuan kebahasaan yang dalam penulisannya terdapat sebuah aturan bahwa pada huruf pertama ditandai dengan huruf kapital dan pada akhirnya ditandai dengan tanda titik. Wacana merupakan gabungan dari beberapa kalimat atau lebih yang saling berhubungan isinya.
Pada kesempatan kali ini, saya akan menganalitis bagian dari ilmu sintaksis tersebut. Tidak semua bagiannya yang akan saya teliti. Saya hanya meneliti tentang frasa dan klausanya saja. Bahan analisis yang saya ambil yakni “Kpk Hat-Trick Tangkap Gubernur Riau”, Jawa Pos 26 September 2014. Data yang saya ambil tidak berasal dari koran, namun dari website jawa pos. tidak semua beritanya saya ambil, hanya paragraph pertama saja.
Pada makalah ini, poin-poin yang akan saya munculkan yakni tentang pengertian frasa dan klausa beserta jenis-jenisnya,


2.                  METODE PENELITIAN
Metode penelitian merupakan sebuah metode atau cara-cara yang digunakan dalam penelitian guna mendapat hasil penelitian yang di inginkan. Dalam bukunya Sudaryanto, Metode dan Aneka Teknik Analisis Bahasa terdapat beberapa macam metode penelitian bahasa. Dala buku tersebut adalah Teknik Sadap. Pada prakteknya, penyimakan atau metode simak itu diwujudkan dengan penyadapan. Si peneliti untuk mendapatkan data pertama-tama dengan segenap kecerdikan dan kemauannya harus menyadap pembicaraan seseorang atau beberapa orang. Dalam teknik ini, saya menyadap berta atau inormasi dari internet dan menemukan berita dengan judul diatas.
Dalam metode ini juga terdapat teknik lanjutan, dan teknik lanjutan yang saya gunakan yakni: (a) Teknik Simak Bebas Libat Cakap, (b) Teknik Catat. Dalam TSBLC, saya mengaplikasikannya dengan membaca berita tersebut dan menyimak isi dari berita tersebut, kemudian mencatat berita tersebut sesuai dengan metode catat. Metode ini merupakan metode yang saya gunakan untuk mendapat data. Sedangkan untuk menganalisi data, saya menggunakan metode bagi unsur langsung atau metode agih yang biasanya diterangkan oleh Bu Asrumi.



3.                  HASIL PENELITIAN
Setelah melakukan penelitian, dan melkaukan analisis data, ditemukan data-data sebagai berikut:
3.1              Perngertian Frasa dan Klausa
Pengertian Frasa
Sering dipermasalahkan antara frasa dengan kata, ada yang membedakannya dan ada juga yang mengatakan bahwa keduanya itu sama. Seperti yang telah dipelajari dalam morfologi bahwa kata adalah  satuan gramatis yang masih bisa dibagi menjadi bagian yang lebih kecil. Frasa adalah satuan konstruksi yang terdiri dari dua kata atau lebih yang membentuk satu kesatuan (Keraf, 1984:138). Frasa juga didefinisikan sebagai satuan gramatikal yang berupa gabungan kata yang bersifat nonprediktif, atau lazim juga disebut gabungan kata yang mengisi salah satu fungsi sintaksis di dalam kalimat (Chaer, 1991:222). Menurut Prof. M. Ramlan, frasa adalah satuan gramatik yang terdiri atas satu kata atau lebih dan tidak melampaui batas fungsi atau jabatan (Ramlan, 2001:139). Artinya sebanyak apapun kata tersebut asal tidak melebihi jabatannya sebagai Subjek, predikat, objek, pelengkap, atau pun keterangan, maka masih bisa disebut frasa.
Jenis Frasa
Jenis frasa dibagi menjadi dua, yaitu berdasarkan persamaan distribusi dengan unsurnya (pemadunya) dan berdasarkan kategori kata yang menjadi unsur pusatnya.
a.       Berdasarkan persamaan distribusi dengan unsurnya (pemadunya, frasa dibagi menjadi dua, yaitu Frasa Endosentris, kedudukan frasa ini dalam fungsi tertentu, dpat digantikan oleh unsurnya, unsur frasa yang dapat menggantikan frasa itu dalam fungsi tertentu yang disebut unsur pusat (UP) dan Frasa Eksosentris, adalah frasa yang tidak mempunyai persamaan distribusi dengan unsurnya. Frasa ini tidak mempunyai unsur pusat. Jadi, frasa eksosentris adalah frasa yang tidak mempunyai UP.
b.      Berdasarkan kategori kata yang menjadi unsur pusatnya, frasa dibagi menjadi enam. (1) Frasa nomina, frasa yang UP-nya berupa kata yang termasuk kategori nomina. (2) Frasa Verba, frasa yang UP-nya berupa kata yang termasuk kategori verba. (3) Frasa Ajektifa, frasa yang UP-nya berupa kata yang termasuk kategori ajektifa. (4) Frasa Numeralia, frasa yang UP-nya berupa kata yang termasuk kategori numeralia. Yaitu kata-kata yang secara semantis mengatakan bilangan atau jumlah tertentu. (5) Frasa Preposisi, frasa yang ditandai adanya preposisi atau kata depan sebagai penanda dan diikuti kata atau kelompok kata (bukan klausa) sebagai petanda. Dan (6) Frasa Konjungsi, frasa yang ditandai adanya konjungsi atau kata sambung sebagai penanda dan diikuti klausa sebagai petanda. Karena penanda klausa adalah predikat, maka petanda dalam frasa konjungsi selalu mempunyai predikat.

Pengertian Klausa
Klausa ialah satuan gramatikal, berupa kelompok kata yang sekurang-kurangnya terdiri dari subjek (S) dan predikat (P), dan mempunyai potensi untuk menjadi kalimat (Kridalaksana dkk, 1980:208). Klausa ialah unsur kalimat, karena sebagian besar kalimat terdiri dari dua unsur klausa (Rusmaji, 113). Unsur inti klausa adalah S dan P. Namun demikian, S juga sering juga dibuangkan, misalnya dalam kalimat luas sebagai akibat dari penggabungan klausa, dan kalimat jawaban (Ramlan, 1981:62.
c.       Dari definisi tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa klausa adalah satuan gramatik yang terdiri atas predikat, baik diikuti oleh subjek, objek, pelengkap, keterangan atau tidak dan merupakan bagian dari kalimat. Penanda klausa adalah P, tetapi yang menjadi klausa bukan hanya P, jika mempunyai S, klausa terdiri atas S dan P. Jika mempunyai S, klausa terdiri dari atas S, P, dan O. jika tidak memiliki O dan Ket, klausa terdiri atas P, O, dan Ket. Demikian seterusnya.Penanda klausa adalah P, tetapi yang dianggap sebagai unsure inti klausa adalah S dan P. Penanda klausa adalah P, tetapi dalam realisasinya P itu bias juga tidak muncul misalnya dalam kalimta jawaban atau dalam bahasa Indonesia lisan tidak resmi.
d.      Klausa merupakan bagian dari kalimat. Oleh karena itu, klausa bukan kalimat. Klausa belum mempunyai intonasi lengkap. Sementara itu kalimat sudah mempunyai intonasi lengkap yang ditandai dengan adanya kesenyapan awal dan kesenyapan akhir yang menunjukkan bahwa kalimat tersebut sudah selesai. Kalimat sudah pasti mempunyai P, sedangkan klausa belum tentu mempunya. Jenisnya sendiri dalam klausa memiliki dua jenis yakni klausa terbuka dan klausa tertutup.


3.2              Analisis Data
Kpk Hat-trick Tangkap Gubernur Riau
Jawa Pos, Jumat 26 September 2014
Daftar kepala daerah yang terjerat korupsi makin bertambah. Gubenur Riau H Annas Maamun ditangkap KPK lantaran diduga hendak melakukan penyuapan. Annas diamankan bersama delapan orang lainya dengan barang bukti uang dalam jumlah miliaran. Diduga uang itu hendak digunakan untuk mengurus perkara yang tengah menjerat Annas.
Juru Bicara KPK Johan Budi membenarkan bahwa intansinya melakukan operasi tangkap tangan (OTT) dan mengamankan seorang gubernur. Namun, Johan tak mau menyebut identitas gubernur itu karena kasus tersebut masih diperiksa. “Benar terjadi OTT sekitar pukul 17.30. Dari operasi itu, diamankan sembilan orang di sebuah rumah di kawasan Citra Grand Cibubur,” ujar Johan.
1.                  Daftar kepala daerah yang terjerat korupsi makin bertambah.
a.       Jenis kalimat (tunggal atau majemuk)
Kalimat tersebut merupakan kalimat tunggal, karena dalam kalimat tersebut terdiri atas S dan P saja.
·         Daftar kepala daerah yang terjerat korupsi makin bertambah.
      S                                                                                           P                        
b.      Jumlah klausa
Kalimat tersebut terdiri atas 1 klausa.
·         daftar kepala daerah yang terjerat korupsi makin bertambah
      S                                              P                                           
c.       Jenis klausa
·         daftar kepala daerah yang terjerat korupsi makin bertambah (klausa terbuka)
      S                                              P                                           
d.      Jenis kalimat berdasarkan verba (pengisi predikat)
·         Daftar kepala daerah yang terjerat korupsi makin bertambah. (intransitif)
      S                                              P            
     
2.                  Gubenur Riau H Annas Maamun ditangkap KPK lantaran diduga hendak melakukan penyuapan.
a.       Jenis kalimat ( majemuk)
Kalimat tersebut merupakan kalimat majemuk setera, dengan kata hubung lantaran yang bermakna “sebab”.
·         Gubenur Riau H Annas Maamun ditangkap KPK lantaran diduga hendak
      S                                            P                             PEL         P
melakukan penyuapan.
      O
b.      Jumlah klausa
Terdapat 2 klausa dalam kalimat tersebut, yaitu:
·         Gubernur Riau H Annas Maamun ditangkap KPK
      S                                            P                               PEL
·         Gubernur Riau H Annas Maamun diduga hendak melakukan penyuapan
      S                                              P                                             O                          
c.       Jenis klausa
·         Gubernur Riau H Annas Maamun ditangkap KPK (klausa terbuka)
      S                                            P                               PEL

·         Gubernur Riau H Annas Maamun diduga hendak melakukan penyuapan
      S                                            P                                             O
(klausa terbuka)
d.      Jenis kalimat berdasarkan verba (pengisi predikat)
·         Gubernur Riau H Annas Maamun ditangkap KPK. (intransitif)
      S                                              O                            PEL
·         Gubernur Riau H Annas Maamun diduga hendak melakukan penyuapan.
      S                                            P                                               O
(transitif)

3.                  Annas diamankan bersama delapan orang lainya dengan barang bukti uang dalam jumlah miliaran.
a.       Jenis kalimat (tunggal atau majemuk)
Kalimat tersebut merupakan kalimat tunggal.
·         Annas diamankan bersama delapan orang lainya dengan barang bukti uang
      S                    P            PEL                        Ket.
dalam jumlah miliaran.
b.      Jumlah klausa
Kalimat tersebut memiliki 1 klausa.
·         Annas diamankan bersama delapan orang lainya dengan barang bukti uang
      S                    P            PEL                        Ket.
dalam jumlah miliaran
c.       Jenis klausa
·         Annas diamankan bersama delapan orang lainya dengan barang bukti uang
      S                    P            PEL                        Ket.
dalam jumlah miliaran (klausa terbuka)
d.      Jenis kalimat berdasarkan verba (pengisi predikat)
·         Annas diamankan bersama delapan orang lainya dengan barang bukti uang
      S                    P            PEL                        Ket.
dalam jumlah miliaran. (intransitif)

4.                  Diduga uang itu hendak digunakan untuk mengurus perkara yang tengah menjerat Annas.
a.      Jenis kalimat (tunggal atau majemuk)
Kalimat tersebut merupakan kalimat majemuk bertingkat.
·         Diduga uang itu hendak digunakan untuk mengurus perkara yang tengah
      S                           P                        PEL                                                        
menjerat Annas
P                       O
b.      Jumlah klausa
Terdiri atas 2 kalusa
·         diduga uang itu hendak digunakan untuk mengurus perkara yang tengah
      S                           P                        PEL                                                        
menjerat Annas
P                       O
c.       Jenis klausa
·         diduga uang itu hendak digunakan untuk mengurus perkara(klausa tertutup)
      S                           P                        PEL
                                                                                                   
·         tengah menjerat Annas (klausa tertutup)
      P                           O
d.      Jenis kalimat berdasarkan verba (pengisi predikat)
·         Diduga uang itu hendak digunakan untuk mengurus perkara (intransitif)
      S                           P                        PEL                                             
·         tengah menjerat Annas (transitif)
      P                           O

5.                  Juru Bicara KPK Johan Budi membenarkan bahwa intansinya melakukan operasi tangkap tangan (OTT) dan mengamankan seorang gubernur.
a.       Jenis kalimat (tunggal atau majemuk)
Kalimat tersebut terdiri atas kalimat majemuk setara dan kalimat majemuk bertingkat, atau dapat disebut dengan kalimat majemuk campuran.
·         Juru Bicara KPK Johan Budi membenarkan bahwa intansinya melakukan
      S                                          P
operasi tangkap tangan (OTT) dan mengamankan seorang gubernur.
      O
(kalimat majemuk bertingkat)
·         Intansinya melakukan operasi tangkap tangan (OTT) dan mengamankan
      S                         P              O                               P
seorang gubernur.  (kalimat majemuk setara)
      O
b.      Jumlah klausa
Dalam kalimat tersebut terdapat 3 klausa, yaitu:
·         Juru Bicara KPK Johan Budi membenarkan
      S                                          P
·         intansinya melakukan operasi tangkap tangan (OTT)
      S                         P                O
·         intansinya mengamankan seorang gubernur
      S                         P                   O
c.       Jenis klausa
·         Juru Bicara KPK Johan Budi membenarkan (klausa tertutup)
      S                                          P
·         intansinya melakukan operasi tangkap tangan (OTT) (klausa terbuka)
      S                         P                O
·         intansinya mengamankan seorang gubernur  (klausa terbuka)
      S                         P                   O

d.      Jenis kalimat berdasarkan verba (pengisi predikat)
·         Juru Bicara KPK Johan Budi membenarkan.  (transitif)
      S                                          P
·         Intansinya melakukan operasi tangkap tangan (OTT). (transitif)
      S                         P                O
·         Intansinya mengamankan seorang gubernur.  (transitif)
      S                         P                   O

6.                  Namun, Johan tak mau menyebut identitas gubernur itu karena kasus tersebut masih diperiksa.
a.       Jenis kalimat (tunggal atau majemuk)
Kalimat tersebut merupakan kalimat majemuk setara dengan kata hubung karena.
·         Johan tak mau menyebut identitas gubernur itu karena kasus tersebut masih
          S                P                   O                          S
diperiksa.
      P
b.      Jumlah klausa
Dalam kalimat tersebut terdapat 2 klausa, yaitu:
·         Johan tak mau menyebut identitas gubernur itu
      S                    P                   O
·         kasus tersebut masih diperiksa
      S                           P
c.       Jenis klausa
·         Johan tak mau menyebut identitas gubernur itu (klausa terbuka)
      S                    P                   O
·         kasus tersebut masih diperiksa  (klausa terbuka)
      S                           P
d.      Jenis kalimat berdasarkan verba (pengisi predikat)
·         Johan tak mau menyebut identitas gubernur itu  (transitif)
      S                    P                   O
·         kasus tersebut masih diperiksa (intransitif)
      S                           P

7.                   “Benar terjadi OTT sekitar pukul 17.30.
a.       Jenis kalimat (tunggal atau majemuk)
Kalimat tersebut merupakan kalimat minor karena tidak ada S dan P.
·         Benar terjadi OTT sekitar pukul 17.30.
      O                        Ket.
b.      Jumlah klausa
-
c.       Jenis klausa
-
d.      Jenis kalimat berdasarkan verba (pengisi predikat)
-

8.                  Dari operasi itu, diamankan sembilan orang di sebuah rumah di kawasan Citra Grand Cibubur,” ujar Johan.
a.       Jenis kalimat (tunggal atau majemuk)
Kalimat tersebut merupakan kalimat majemuk bertingkat.
·         Dari operasi itu, diamankan sembilan orang di sebuah rumah di kawasan Citra
      S
Grand Cibubur,” ujar Johan.
      P                                         PEL
·         Dari operasi itu, diamankan sembilan orang di sebuah rumah di kawasan Citra
      S                           P                 PEL                 Ket.
Grand Cibubur,”
b.      Jumlah klausa
Kalimat tersebut terdiri dari 2 klausa, yaitu:
·         dari operasi itu, diamankan sembilan orang di sebuah rumah di kawasan Citra
      S
Grand Cibubur,” ujar Johan
      P                                         PEL
·         dari operasi itu, diamankan sembilan orang di sebuah rumah di kawasan Citra
      S                           P                 PEL                 Ket.
Grand Cibubur

c.       Jenis klausa
·         dari operasi itu, diamankan sembilan orang di sebuah rumah di kawasan Citra
      S
Grand Cibubur,” ujar Johan (klausa tertutup)
      P                                         PEL
·         dari operasi itu, diamankan sembilan orang di sebuah rumah di kawasan Citra
      S                           P                 PEL                 Ket.
Grand Cibubur (klausa terbuka)
d.      Jenis kalimat berdasarkan verba (pengisi predikat)
·         Dari operasi itu, diamankan sembilan orang di sebuah rumah di kawasan Citra
      S
Grand Cibubur,” ujar Johan. (intransitif)
      P                                         PEL
·         Dari operasi itu, diamankan sembilan orang di sebuah rumah di kawasan Citra
      S                           P                 PEL                 Ket.
Grand Cibubur,” (transitif)


Kesimpulan
Sintaksis merupakan salah satu cabang dari ilmu kebahasaan. Sintaksis membahas tentang kata, frasa, klausa, kalimat, sampai wacana, dimana kajian terkecilnya merupakan kata dan kajian terbesarnya adalah klausa. Dalam anaisis ini, mengkaji tentang klausa dalam artikel koran yang berjurul “Kpk Hat-Trick Tangkap Gubernur Riau”, Jawa Pos 26 September 2014. Klausa sendiri merupakan gabungan antara dua kala atau lebih yang memiliki unsur predikat didalamnya. Pada artikel ini dapat disimpulkan bahwa klausa yang ada didalamnya merupakan kalimat tunggal, dan jenis klausanya terbuka.


DAFTAR PUSTAKA
Ramlan. 1996. SINTAKSIS. Yogyakarta: C.V Karyono
Sudaryanto. 1993. Metode dan Aneka Teknik Analisis Bahasa. Yogyakarta: Duta Wacana University Press.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar